Jumat, 22 Agustus 2008

Sunat !


Dengan alasan kesehatan, hari ini kedua ‘jago’an milik anak-anakku bakal disunat. Pertimbangan lain, mengikuti teladan Yesus, yang bahkan sudah disunat pada usia 8 hari. Mumpung mereka lagi pada libur panjang sekolah. Dalam urusan yang memerlukan nyali, si kecil Dhanu nampaknya lebih bisa diandalkan. Dia minta duluan, sementara si kakak Dion, sebagaimana kakak-kakak lainnya, cenderung ‘mengorbankan’ adiknya dulu … Oalah !

Dengan gagah, majulah si kecil ke meja ‘pembantaian’. “ Bener juga ya kata papaku, disunat mah kaga sakit !”, gitu kali pikirnya dalam hati begitu proses pembantaian kecil selama kurang lebih 25 menit, selesai dengan mulus. Eiiit ….sebentar nak ! Maaf ya, kalau papa belum sempat cerita gimana rasanya setelah disunat … Na… itu dia , lima menit berikutnya terdengar ‘lantunan’ sedu sedan si kecil …. Menangisi kenakalan ‘jago’nya yang mulai berasa mematuk-matuk sakit ! Ritual dan drama ala sinetron lokalpun berlanjut pada si kakak… Sabar ya nak, kalian pasti akan mampu melewatinya. Menyakitkan memang. Anggap saja ini bagian dari ’inisiasi’ menjadi lelaki sejati .....J


24 Juni 2008

Selasa, 19 Agustus 2008

Wajah Mimpi Anak ku


Petang saat belajar untuk ulangan esok hari, Dion tertidur kelelahan. Sleep like a baby ... Dan akupun berangan-angan ....


Detik-detik paling nikmat
Menatap lekat wajahmu
Saat lelap mendekap

Adakah dalam mimpimu
Kelebat kita bersama
Hari ini ...?



(akhir Juni 2008)

Tugas Puisi Dhanu

Suatu hari, Dhanu mendapat tugas mencari puisi , untuk dibaca di depan kelasnya.
Maka, lahirlah puisi hasil 'meditasi' papanya :). Ayolah nak, kita lihat sekitar kita saja, dan .... bum ! jadilah puisi untukmu ...

Brownies, nama anjingku

Brownies, nama anjingku
Karena coklat indah warna bulunya
Karena manis dan lucu
Tingkah lakunya

Brownies, nama anjingku
Tulang dan susu kesukaannya
Menggigit sandal kebandelannya
Menjaga rumah kepintarannya

Brownies , nama anjingku
Kusebut namanya dalam doaku
Agar ia sehat ceria selalu
Karena ia sahabat setiaku


Kantung Semar Namanya

Kantung Semar namanya
Karena lucu bunganya seperti kantung
dan bulat pangkalnya laksana Semar menggantung

Kantung Semar namanya
Nepenthes nama latinnya
Serangga kecil makanannya
Tempat teduh kesukaannya

Kantung Semar namanya
Tidak sulit merawatnya
Tiap hari kusiram dia
Dengan air dan cinta



di tengah Juni 2008

Kepada anak ku

Senja duduk mencakung, menonton anak-anak main bola dengan teman-teman di jalanan.
Ah, sudah anak-anak mereka sekarang. Rasanya masih bayi tertatih kemarin sore ....



Mata terbuka bertanya
Mulut menganga terpana
Mimik lucu menggoda

Tangan jahilmu
gelitik anganku
Jejak mungilmu
Menjerat hatiku

Sumpah suciku, anak ku
Antar langkahmu
ke batas mimpi


(awaljuni 2008)

Terima kasihku padamu, Mama

Hari ini bunda anak-anakku berulang tahun.Ada 'ritual' kecil untuk merayakannya. Untuk memaknainya, anak-anak kemudian baca puisi di depan mamanya. inilah puisi mereka ...

Terima kasihku padamu, Mama
T’lah kau tuntun langkah kecilku
Menapaki jalan licin berbatu

Kau juga memelukku,
Kala dingin malam menyergapku
Meskipun tak lupa juga menghardikku,
Manakala menggila nakalku ...
Namun bergegas pula,
kau seka airmataku
Saat aku mulai tersedu ...
Dan kita akan kembali
tertawa bersama
Menikmati yang riang dan lucu-lucu

Terima kasihku, Mama
Atas cakrawala luas,
Yang kau bentangkan di kakiku ...
Kelak, jika tiba masaku ....
Tunjukkan saja jalanku
Kan ku gambari sendiri
Kanvas lukisanku ...



Selamat ulang tahun, Mama
Sayang kami juga untukmu
Dari anak-anakmu, Dion dan Dhanu

22 Mei 2008

Gambar simetrisnya Dion

Dua hari lalu, aku memperhatikan hasil gambar anak-anak di rumah. Agak terkejut aku mendapati bahwa gambar-gambar tokoh komik hitam putih nya si Dion ternyata selalu menghadap ke depan dan selalu : simetris ! Misalnya tangan kiri si tokoh pegang senjata pedang, maka tangan kanan juga akan memegang senjata , dengan pose yang mirip tangan kiri . Demikian juga jika kaki kanan ada semacam asesoris ’aneh’ (dalam khayalannya barangkali semacam senjata juga ...) maka pada kaki kanan pasti akan ditemukan asesoris sejenis juga. Ketika aku tanyakan, memang dia selalu merasa harus membuat gambarnya simetris. Bahkan bukan dalam hal menggambar saja. Jika suatu saat kaki kanannya menghentak tanah (tanpa sengaja) satu kali, maka dengan sadar dia harus menghentakkan kaki kirinya juga satu kali ! Jika tidak, dia akan merasa ada yang kurang ... Aneh juga, ya ? Fenomena apa ini ?


Jumat, 7 Desember 2007

Wushu Sri Tunggal Sakti

Setiap Minggu, dari jam 10.00-12.00 di gedung or Martanegara si Dion ikut latihan Wushu pada pak Sukijo. Bertempat di halaman mushala (laiknya para santri pejuang zaman doeloe ..), bersama sekitar 10 atau 15 temannya dari berbagai latar sekolah, Melihat latihan-latihan nya selama ini, nampaknya anak-anak ini digembleng fisiknya menjadi ’petarung’ andal. Meskipun tujuan utamaku mengikutkan Dion sebenarnya bukan itu. Idealnya, anak-anak memang diberi kesempatan seluas-luasnya, selama mereka senang hati melakukannya, untuk mengembangkan ketrampilan motorik, kognitif dan afektifnya. Selama ini memang Dion pernah ikut les mental aritmatika dan melukis, namun karena nampaknya baginya kurang ’menantang’ , akhirya jenuh dan minta berhenti. Kegiatan ekstra semacam ini memang kami pilihkan yang tidak berhubungan lagi dengan kegiatan sekolah, yang sudah sangat melelahkan bagi mereka, namun memberi kesempatan anak mengembangkan sisi lain potensinya secara positif. Interaksi dengan teman-teman dengan latar belakang pelangi juga aku harapkan mengembangkan aspek sosial anak ini yang memang ada kecenderungan tidakpedulian, namun sebenarnya juga pemalu dan kurang pede (meskipun dalam soal pelajaran dia pede banget ...).

Sedikit mengenai pak Sukijo. Beliau orang Jogja, namun sudah lama malang melintang di dunia ’persilatan’ Bandung dengan karir kepelatihan yang tidak main-main : pelatih wushu pelatda Jabar. Mengikuti beberapa sesi latihannya, pelatih satu ini nampaknya terobsebsi oleh keinginan mencetak atlet andal untuk jabar. Namun nampaknya beliau cukup bijaksana untuk tidak terlalu bersikap keras pada anak didiknya, mengingat kerja kepelatihan di klub ini lebih banyak pengabdian karena kecintaan daripada pertimbangan bisnis. Untuk mengikuti latihan , setiap anak hanya dikenakan kewajiban setor 20 ribu rupiah per bulan, dengan fasilitas sekedarnya. Sayang , di sisi lain, mental anak didik sebagai calon ’pendekar jagoan’ nampaknya kurang mendapat perhatian ... (atau belum ?)



16 September 2007

Guru les Dhanu

Akhirnya, setelah ‘mengaduk’ hampir setengah kota Bandung, si Dhanu mendapatkan juga guru les privat. Jadilah mulai hari ini, setiap Sabtu (sebelum berenang) dan Kamis siang Dhanu belajar tambahan ditemani seorang perempuan muda, mahasiswi elektro UPI Bandung semester 5 asal Tasik. Teh Elis , begitu Danu memanggilnya. Nampaknya mereka berdua - maksudku si Dhanu - merasa cocok karena langsung akrab - dan seperti biasanya...ngecipris !

Sedikit tentang si Elis : dia gadis berkerudung, sesuatu yang menurutku bagus untuk anak-anak yang belajar di sekolah ’ekslusif’. Biarlah anak-anakku belajar berinteraksi dengan sesamanya yang berbeda, untuk menanamkan benih-benih pluralisme di memorinya.


Sabtu 24 November 2007

Pentingnya Berenang

Mulai hari ini , setiap Sabtu siang, Dion dan Dhanu belajar berenang pada pak Dodi, di kolam renang hotel Horison. Agak suprise juga melihat anak-anak, terutama Danu, tidak pobhi lagi dengan air dingin. Mereka nampak menikmati benar acara ’main air’, Awalnya, ada sedikit kekuatiranku pada Dhanu : mau atau bisa ngga dia mengikuti instruksi ? Nampaknya kekuatiranku sekarang ini tidak beralasan lagi, karena anak-anak toh telah lebih berkembang kecerdasan sosialnya. Jadi, berinteraksi dengan orang baru dalam situasi yang ’menekan’ pun tidak menjadi masalah lagi ...

Baiklah anak-anak, belajarlah dengan bersemangat, karena berenang itu sangat-sangat perlu. Suatu saat kalian pasti akan memerlukan ketrampilan itu. Hikmah dari Andrea Hirata (penulis novel laris Laskar Pelangi) : jika kamu tidak rajin-rajin amat beribadah, maka pandai-pandailah kamu berenang ! Nasehat sableng yang merujuk pada cerita banjir besar zaman nabi Nuh :)


Sabtu, 20 Oktober 2007