Selasa, 19 Agustus 2008

Wushu Sri Tunggal Sakti

Setiap Minggu, dari jam 10.00-12.00 di gedung or Martanegara si Dion ikut latihan Wushu pada pak Sukijo. Bertempat di halaman mushala (laiknya para santri pejuang zaman doeloe ..), bersama sekitar 10 atau 15 temannya dari berbagai latar sekolah, Melihat latihan-latihan nya selama ini, nampaknya anak-anak ini digembleng fisiknya menjadi ’petarung’ andal. Meskipun tujuan utamaku mengikutkan Dion sebenarnya bukan itu. Idealnya, anak-anak memang diberi kesempatan seluas-luasnya, selama mereka senang hati melakukannya, untuk mengembangkan ketrampilan motorik, kognitif dan afektifnya. Selama ini memang Dion pernah ikut les mental aritmatika dan melukis, namun karena nampaknya baginya kurang ’menantang’ , akhirya jenuh dan minta berhenti. Kegiatan ekstra semacam ini memang kami pilihkan yang tidak berhubungan lagi dengan kegiatan sekolah, yang sudah sangat melelahkan bagi mereka, namun memberi kesempatan anak mengembangkan sisi lain potensinya secara positif. Interaksi dengan teman-teman dengan latar belakang pelangi juga aku harapkan mengembangkan aspek sosial anak ini yang memang ada kecenderungan tidakpedulian, namun sebenarnya juga pemalu dan kurang pede (meskipun dalam soal pelajaran dia pede banget ...).

Sedikit mengenai pak Sukijo. Beliau orang Jogja, namun sudah lama malang melintang di dunia ’persilatan’ Bandung dengan karir kepelatihan yang tidak main-main : pelatih wushu pelatda Jabar. Mengikuti beberapa sesi latihannya, pelatih satu ini nampaknya terobsebsi oleh keinginan mencetak atlet andal untuk jabar. Namun nampaknya beliau cukup bijaksana untuk tidak terlalu bersikap keras pada anak didiknya, mengingat kerja kepelatihan di klub ini lebih banyak pengabdian karena kecintaan daripada pertimbangan bisnis. Untuk mengikuti latihan , setiap anak hanya dikenakan kewajiban setor 20 ribu rupiah per bulan, dengan fasilitas sekedarnya. Sayang , di sisi lain, mental anak didik sebagai calon ’pendekar jagoan’ nampaknya kurang mendapat perhatian ... (atau belum ?)



16 September 2007

Tidak ada komentar: