Selasa, 19 Agustus 2008

Kepada anak ku

Senja duduk mencakung, menonton anak-anak main bola dengan teman-teman di jalanan.
Ah, sudah anak-anak mereka sekarang. Rasanya masih bayi tertatih kemarin sore ....



Mata terbuka bertanya
Mulut menganga terpana
Mimik lucu menggoda

Tangan jahilmu
gelitik anganku
Jejak mungilmu
Menjerat hatiku

Sumpah suciku, anak ku
Antar langkahmu
ke batas mimpi


(awaljuni 2008)

Tidak ada komentar: